Tech News

header ads

Sebatang Cerutu Dan Kopi Hitam

Rudhy Pravda Menulis;
Sebatang Cerutu Dan Kopi HitamTak henti kau temani ku
Dalam setiap waktu kita berbagi canda
Duduk merenung di saban malam
Menepi rindu kian berkawan
Sebatang Cerutu
Ku tarik kedalam nafas
Ku tiup gumpalan asap berbola-bola bagai lingkaran masa
Bibir penuh gaya
Otak mulai menerawang
Kata-Kata tak ada yang penjara
Dunia penuh damai
Indah kau semai, temani dan menuai
Yah, gagasan yang ku maksud
Awan atap berkabut
Ruang penuh harum cerutu
Riang menari di atas awan
Terbang memikat arah ruang
Sampai tak sadar kau nobar ingatan
Tak lengkap Kau Cerutu
Tanpa kopi hitam manis pahit
Sugukan menggetarkan bibir
Teringat masa silam
Dunia penuh indah nan berbagi rata
Wajah jendela menampik terang
Cahaya mentari membius ingatan
Ada angin jalanan yang lewat
Membawa kabar suara penderitaan
Membawa suara kematian dan tangisan
Cerutu masi bersama kopi hitam
Memberitakan suara kebangkitan
Mengirim surat untuk menang
Cerita perlawanan selalu menggema
Kata-kata itu selalu menagih
Aku Duduk menatap pagi
Indah bila tak ada penguasa menindas
Indah bila tak ada yang korban senjata
Indah bila semua berkawan bagai cerutu dan kopi hitam!

Coretan Kawan

Post a Comment

0 Comments