Tech News

header ads

SAAT KEBENARAN DAN KEADILAN DIPERTARUHKAN LUPA DIRI BUAT SIAPA ATURAN UU ITU.

SAAT KEBENARAN DAN KEADILAN DIPERTARUHKAN LUPA DIRI BUAT SIAPA ATURAN UU ITU.
Oleh:Takhbir Asso

Benar-salah, memang tergantung, Bersifat suka-suka, mencla-mencle, Bukan persoalan tentang citra, Sebab siapa mempunya kuasa, ialah pemenangnya, Jadi berbahaya, bila tiada sandaran atau jembatan untuk bersuara hal ini, Apalagi sebagai suatu bangsa dan Negara Konstitusi, peraturan perundang-undangan Haruslah menjadi dasar bagi semua Aparat Negara harus tegas menjaganya, harus berjalan sesuai dengan tertera dalam UU itu, tapi kenyataan lain cerita dengan tindakan.


Kebenaran dan keadilan bukan bahasa patung, Kebenaran dan keadilan bukan bahasa pedang atau senjata, Kebenaran dan keadilan bukan bahasa kata-kata kuasa, Apabila ketiganya justru meraja lela, Sekali lagi kita dalam bahaya, Akan berkubang dengan segenap bencana hingga suara rakyat harus diteruskan ke meja nasional hingga internasional.
SAAT KEBENARAN DAN KEADILAN DIPERTARUHKAN LUPA DIRI BUAT SIAPA ATURAN UU ITU.

Orang-orang dalam dekapan tersekap sekat jeruji penjara tak terlihat mata silau oleh jutaan watt lampu menghujam hutan belantara kota, rimbun gedung beton dengan jalan aspal mengangkang menggoyang langit asap kendaraan dan pabrik menyatu terhirup jutaan jiwa dengarkan, musik bingar di segenap ruang hantam gendang telinga, di sini serba ada, mudah kau pilih, tentu saja jangan lupa biaya!

Orang-orang, berarak bagai awan, susuri jalan memamah plastik-plastik hitam sungai, sampah menghampar adalah potret tanah, kisah yang kelak berubah jadi dongeng dan legenda berpijak dan bermain dalam lumpur nya adalah hiburan mahal saat liburan
hingga kelak pula hanya menjadi mimpi bagi banyak orang, di sisi lain, sekelompok kecil orang bermain judi, mempertaruhkan petak-petak peta Indonesia, dari sabang hingga merauke dengan kupon-kupon kebijakan yang dijual di pasar-pasar gelap terhitung kata terjual, tercatat angka-angka bertebaran

Ayo, siapa suka, datanglah sini, tawarkan engkau punya harga, dan kita bisa saling menjualbelikan harga diri untuk membodohi dan membudak serta merampas hak-hak rakyat yang sengaja diabaikan, hahaha lucu tapi jadi nyata permainan negara ini.

Orang-orang, berputaran bagai gasing, terjebak dalam kotak-kotak ajaib menjadi robot-robot yang terus menghitung angka demi angka kemenangan adalah dalam angka kekalahan adalah dalam angka-angka adalah dewa semesta yang dipuja, lantas, di mana merdeka bersembunyi?

Tak akan pernah mengakui merdeka secara jujur karena segala kebohongan masih diselimuti, selama kebohongan masih diselimuti tak akan pernah membaik negara ini dalam kepemimpina siapapun, semua akan terus-menerus mengatasnamakan dan akan terus menggadaikan harga diri di negara asing, maka solusi terakhir adalah indonesia harus jujur dan memberikan sebuah kebebasan di beberapa daerah, terutama kebebasan tanah papua.

#Kesimpulannya adalah papua harus keluar dari indonesia

Post a Comment

0 Comments